Senin, 14 Oktober 2013

BAHAYA PEWARNA MAKANAN TERHADAP TUBUH MANUSIA


BAHAYA PEWARNA MAKANAN TERHADAP TUBUH MANUSIA
P
ewarna makanan merupakan benda berwarna yang mempunyai afinitas kimia terhadap makanan yang di warnainya.Tujuan pemberian warna di maksudkan agar makanan terlihat berwarna dan menarik.Bahan pewarna umumnya berwujud cair dan bubuk yang larut dalam air.Bukti sejarah menunjukan bahwa,khususnya di India dan Timur Tengah,telah menggunakan bahan pewarna selama lebih dari 5000 Tahun. Bahan pewarna dapat di peroleh dari Hewan,Tumbuhan dan Mineral.Bahan pewarna makanan terbagi dalam dua kelompok besar yakni pewarna alami dan buatan.Di Indonesia peraturan mengenai penggunaan zat pewarna yang di izinkan dan di larang untuk pangan di atur melalui SK Menteri Kesehatan RI Nomor 722/Menkes/Per/IX/88 mengenai bahan tambahan pangan.

Pewarna Makanan Alami
Warna pada makanan dan minuman memang terlihat menarik,tetapi apa saja asal dari pewarna makanan alami tersebut,adalah sebagai berikut:
1.Daun suji
 2.Kayu secang                                                                                      
3.Angkak
4.Bunga telang
5.Kunyit

Pewarna Makanan Buatan
Zat pewarna makanan buatan merupakan senyawa yang buruk bagi kesehatan yang sesungguhnya tidak lolos uji standar kesehatan ,karena mereka berfikir konsumsi dalam jumlah yang sedikit tidak akan bermasalah.Berikut Jenis-jenis Zat pewarna makanan buatan;

a.Zat pewarna Tartazine dan Indigotine
sebagian besar pewarna yang mengandung jenis zat ini berasal dari dari batubara dan berwarna kuning.Kedua zat tersebut racun bagi tubuh.Bahan ini biasanya ditemukan pada jus,minuman dan bumbu masak.

b.Zat pewarna jenis Carnicogen
biasanya bahan ini kerap di gunakan sebagai zat pewarna makanan anak-anak,seperti permen gula,permen cheri,koktail buah,minuman ringan,biskuit dan lain – lain.Zat makanan yang mengandung Tartrazine,Indigotine,dan Carnicogen dapat memicu penyakit kanker,kanker kemih,tumor ginjal,tumor tiroid,dan komplikasi pada kelenjar adrenal.

 Penyalahgunaan
Timbulnya penyalahgunaan bahan pewarna karena ketidaktahuan masyarakat mengenai zat pewarna untuk pangan,di samping itu zat pewarna untuk industri lebih murah di bandingkan dengan harga zat pewarna untuk pangan.Di indonesia sering di temukan penyalahgunaan pewarna yang tidak aman yang di gunakan pada makanan.Badan Pengawas Obat dan Makanan/BPOM secara rutin melakukan survei di berbagai lokasi terutama pada pedagang kaki lima, untuk mencegah penyalahgunaan zat kimia berbahaya pada makanan.Berbagai bahan pewarna non makanan seperti Rhodamine B dan pewarna tekstil /pakaian sebagai bahan pewarna jajan.Rhodamine B sesungguhnya di pakai di perpipaan (hidrolika),pewarna di laboratorium mikrobiologi dan herbisida.
 

        Daftar Pustaka
        http://Wikipedia bahasa indonesia
        http://Klubnova.com
        http://Kompas.com
        http://Catatan kimia.com  
        http://arycho wordpress.com